Kepada Yth,
serikandi pujaan
hati Nabi
Siti Khadijah
you are my hero
Di_
Singgasana Syurgawi
Assalamu’alaikum
duhai perempuan suci !
Apa
kabar duhai ummul mu’minin ??? aku yakin engkau sangat bahagia disisi Allah dan disisi pemuda yang engkau
sayangi, engkau dambakan dan
engkau juga Cinta Abadi Kekasih Nabi. Subhanallah !!!!!
Awal
kata yang pertama, saya akan katakan betapa aku mengagumi engkau duhai isteri
Nabi yang begitu indah dan menawan, subhanallah duhai perempuan yang alim engkau
telah berhasil menarik hati Nabi dan ia Muhammad begitu menyayangi dan
mencintai engkau, meskipun engkau sudah tiada, namamu selalu selalu dibawa
kemana pergi bahkan didalam mimpi. Sikapmu nan manja dan begitu bersahaja juga
telah membuat terpikat banyak manusia di muka bumi ini. Kuakui duhai perempuan
yang terindah sungguh engkau begitu indah, keindahanmu menjadi sebuah fenemona
saat ini.
Duhai
pujaan, penerang hati yang kelam, sinarmu telah mampu menerangi islam mengingat perjuanganmu duhai ummul
mu’minin hati ini terasa nyaman ibarat
air yang mengalir begitu tenang. Duhai wanita terindah engkau sangat menginspirasi kami bukan hanya bagi kaum hawa tapi juga kaum adam
yang begitu mengagumi enkau, mereka bahkan untuk mencari pasangan hidup, sikapmu, hatimu, akhlaqmu mereka
jadikan sebagai syarat bagi perempuan yang mereka kehendaki untuk dipersuntingkan oleh mereka, sebegitu mulia
dirimu duhai Siti Khadijah. Engkau adalah salah seorang wanita yang dikagumi sepanjang
zaman. Dan kadang hati dan fikiran ini meminta agar aku mampu menjadi
sepertimu. Karna hati ini berkata aku tercipta sama sepertimu dan bangsa yang
sama denganmu, untuk itu kadang aku berharap
adakah secercah harapan agar aku mampu mewarisi secuil daripada sifatmu,
yang begitu mulia. Tapi hati ini ragu wahai wanita muslimah. Dengan segala
keterbatasan yang kumiliki setelah kubayangi aku takkan pernah pantas menjadi
seperti sosokmu.
Ummul mu’minin !!! walaupun aku tak pernah
berjumpa denganmu, dan tidak bisa menjabat tanganmu bahkan aku juga ingin
memelukmu, namun engkau tetap menjadi idolaku, dan engkau tak pernah
tergantikan, namamu dihatiku tak lekang oleh sang waktu, dan takkan pernah
surut bagai ombak di pantai, meskipun
kau jauh disana takkan pernah menjadi halangan bagiku. Aku harap engkau sudi dan percaya atas kejujuran
hati ini duhai wanita muslimah.
Duhai isteri nabi aku tau engkau pasti
menginginkan aku bisa sepertimu walaupun
itu hanya sedikit, dan bukan hanya aku tapi juga mereka kaum yang sebangsa
dengan kita, tapi apa boleh buat kaum wanita di dunia saat ini takkan pernah
bisa menjadi sepertimu duhai ummul mu’minin, karena mereka telah terpedaya
dengan syeitan la’natillah, pengaruh syeitan telah mampu merasuki hati kaum
wanita di dunia, mereka bahkan tidak tau makanannya, gaya dan agama mereka,
bahkan lebih parah mereka juga tidak mengenali mereka sendiri. Mungkin ini adalah
pengaruh akhir zaman (katanya). Syeitan telah memasuki zona aman, karena dia
telah mampu menggoyangkan fondasi iman wanita,dan titik terkuat dalam dunia
Islam namun, alangkah sangat disayangkan wanita kurang menyadari akan hal itu,
kami lalai, kami terpedaya dan kami lemah kami tak mampu melawan rayuan
syeitan. Aku tau engkau kecewa duhai wanita mulia….Tapi haruskah kaum wanita
didunia semakin terpuruk dengan kenyataan ini ??? andai engkau ada disisi kami
tentu hal ini takkan pernah engkau biarkan terjadi, engkau pasti akan berjuang untuk
melepaskan kenyataan pahit ini dan engkau gantikan menjadi sebuah kenyataan
yang begitu indah. Andai semua wanita didunia ini mampu sepertimu aku yakin
duhai ummul mu’minin maka tidak ada kerusakan, kekacuan dan kerusuhan diatas
bumi ini, sebagaimana dikatakan perhiasan yang paling indah adalah wanita
muslimah like you.
Ummul mu’minin… apa yang bisa kami lakukan untuk mewarkan racun syeitan yang
disuguhkan kepada wanita mukminah akhir zaman ini ? aku tau engkau terluka atas
kejadian pahit yang melanda wanita saat ini,,, dan juga kata Nabi semakin dekat
pembuktiannya, bukankah kekasihmu ketika isra’ mikraj beliau melihat bahwa
penghuni neraka terbanyak adalah kaum wanita. Bagaimanakah nasib wanita akhir
zaman ini wahai ummul mu’minin dapatkah kami menyusuri jejakmu ? atau engkau
ragu kami bakal bisa ??? dan apakah kami akan bisa berjalan diatas titi sirathal mustaqim ? ataukah kami akan
jatuh kebawah titi itu yang dipenuhi api membara dan siksaan yang mendera ??
wallahu a’lam.. dan aku rasa duhai wanita shalehah, sebagus-bagus perhiasan
adalah wanita shalehah that’s you not
women this era… duhai wanita mu’minah sungguh gundah rasa hati ini. Namun,
engkau jangan khawatir duhai wanita shalehah didunia saat ini juga masih banyak
kok yang baik dan sedikit mirip dengan engkau, bahkan banyak malahan. Salah
satunya lembaga LDK yang ada di IAIN mereka lagi berusaha dengan dakwah bil
Halnya untuk mengajak kaum wanita lainnya agar bisa mengikuti jejakmu, sungguh
mulia niat mereka duhai ummul mu’minin, mudah-mudahan tujuan mereka tercapai
serta dimudahkan aktititas dakwahnya, walaupun banyak cacian dan makian yang
mereka terima mereka akan tetap istiqomah karena jalan dakwah itu tak selamanya
lurus akan ada batu-batu terjal yang menjadi penghalangnya, dari data teoritis
yang kami dapati di periode engkau juga kerap mengalami hal ini, namun engkau
pantang surut, engkau tetap tendang ke gelanggang walaupun hanya seorang,,
sungguh engkau inspirasiku. Subhanallah!!!
Duhai pujaan lelaki shaleh sungguh beruntungnya
dikau mempunyai kekasih seorang Nabi yang mampu menjadikanmu mulia dan indah
dipandangan manusia dan Allah pada hakikatnya. Aku ingin sekali bersamamu dan
mewarisi sifatmu yang santun dan mulia walaupun aku bukan wanita yang indah dan
isteri Nabi sepertimu. Duhai pujaan ku harap engkau tidak keberatan atas
kesaksian ini. Aku begitu nge fans dengan mu. Dan sebelum aku akhiri surat
ini ada beberapa hal yang lahir dari lubuk hatiku yang harus ku katakan padamu
diantaranya sebagai berikut :
v Maaf
1.
Maafkan aku telah mengecewakan engkau
2.
Maafkan aku jika terlalu tergoda dengan keglamoran duniawi
yang menyesatkan kami tanpa sadar kami telah digerogoti olehnya.
3.
Maafkan aku jika salah dan melenceng dari apa yang telah
engkau contohkan kepada kami specially for pakaian dan kelakuan kami
keseharian.
4.
Maafkan aku jika aku sering bertutur kata kasar
5.
Maafkan aku jika aku salah bergaul, dan tidak mendengarkan
nasehatmu.
v Terimakasih
1.
Terimakasih atas segala teladan yang kau berikan
2.
Terimakasih atas perjuanganmu dalam Islam
3.
Terimakasih engkau telah menjadi pendamping terbaik dan
kekasih terbaik buat Rasulku yaitu Muhammad SAW
4.
Dan tak ada kata-kata yang pantas kuucapkan selain “ ribuan kata terimakasih duhai Ummul
Mu’min, yang tak bisa aku tuliskan satu per satu. Karena kata panitia enggak
boleh lebih dari 5 lembar.
v Selamat
1.
Selamat menikmati keindahan syurga bersama Rasul dan
seisinya.
2.
Selamat namamu begitu harum di dunia
3.
Selamat engkau mempunyai banyak pengagum di dunia
4.
Selamat you are the best.
Kiranya ini saja yang
dapat saya sampaikan, sebelum berpisah semoga salamku sampai kepadamu, aku
selalu berdo’a kepada Allah agar salamku sampai kepada Rasul dan engkau dan
kepada seluruh isi syurga. Hanya ini yang dapat kusampaikan. Hadanallah
waiyyakum ajma’in, wassalamu’alaikum Wr. Wb
Tertanda :
Cut putri Ainal
maghfirah
Pengagum
Ummul mu’minin Siti khadijah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar